KEANEKARAGAMAN HAYATI
Pendahuluan
Ragam makhluk hidup yang ada di bumi ini bermacam-macam. Para ilmuan memperkirakan bahwa planet bumi ini dihuni oleh lebih kurang puluhan juta jenis makhluk hidup. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 1,5 juta jenis yang telah dikenal manusia. Hal yang menarik, dari jutaan makhluk hidup yang menghuni planet bumi, tidak ada dua individu pun yang benar-benar sama untuk segala hal, bahkan dua anak kembar identik sekalipun. Kenyataan tersebut menunjukkan pada kita, bahwa di planet bumi dijumpai keanekaragaman hayati atau biodiversitas.
Di Indonsia, keanekaragaman hayati sangat luar biasa. Dengan wilayah hutan hujan tropis terluas nomor 3 di dunia, Indonesia memiliki 10% spesies tumbuhan di dunia, 12% spesies mamalia di dunia, 16% spesies reptilia dan amfibi di dunia, serta 17% spesies burung di dunia.
Indonesia dengan kekayaan keanekaragaman hayatinya juga memiliki beberapa hewan dan tumbuhan endemik (hanya dapat hidup di suatu daerah tertentu) . Berikut beberapa contoh hewan dan tumbuhan endemik di Indonesia.
![]() |
| Hewan dan Tumbuhan Endemik Indonesia |
Keanekaragaman hayati yang ada di dunia ini meliputi berbagai variasi bentuk, ukuran, jumlah (frekuensi), warna, dan sifat-sifat lain dari makhluk hidup.
Keanekaragaman hayati merupakan keanekaragaman diantara makhluk hidup dari semua sumber, termasuk diantaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik (perairan ) lainnya, serta komplek-komplek ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman dalam spesies hingga ekosistem.
Ada dua faktor penyebab terjadinya keanekaragaman, yaitu faktor keturunan/faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor keturunan disebabkan oleh adanya gen yang akan memberikan sifat dasar atau sifat bawaan. Sifat bawaan ini diwariskan secara turun-temurun dari induk kepada keturunannya. Namun sifat bawaan terkadang tidak muncul (tidak tampak) karena faktor lingkungan.
Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga tingkat, yaitu keanekaragaman gen,
keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.
A. Keanekaragaman Tingkat Gen
Keanekaragaman pada tingkatan gen merupakan keanekaragaman yang paling rendah. Gen adalah faktor pembawa sifat yang terdapat di dalam kromosom. Kromosom terdapat di dalam inti sel. Keanekaragaman gen ditunjukkan, antara lain, oleh variasi bentuk dan fungsi gen. Misalnya, pada manusia, ada gen yang mengontrol bentuk wajah, warna rambut, jenis kelamin, warna kulit, dan golongan darah. Hal ini memungkinkan adanya variasi manusia yang ada di dunia ini. Coba kalian amati wajah teman-teman kalian satu kelas, apakah ada yang memiliki wajah sama? Pasti terdapat perbedaan di antara mereka walaupun ada yang kembar.
Keanekaragaman pada tingkatan gen merupakan keanekaragaman yang paling rendah. Gen adalah faktor pembawa sifat yang terdapat di dalam kromosom. Kromosom terdapat di dalam inti sel. Keanekaragaman gen ditunjukkan, antara lain, oleh variasi bentuk dan fungsi gen. Misalnya, pada manusia, ada gen yang mengontrol bentuk wajah, warna rambut, jenis kelamin, warna kulit, dan golongan darah. Hal ini memungkinkan adanya variasi manusia yang ada di dunia ini. Coba kalian amati wajah teman-teman kalian satu kelas, apakah ada yang memiliki wajah sama? Pasti terdapat perbedaan di antara mereka walaupun ada yang kembar.
![]() |
| Keanekaragaman tingkat gen pada wajah manusia di berbagai daerah di Indonesia |
Keanekaragaman gen dapat disebut juga sebagai variasi susunan gen dalam suatu spesies sehingga terbentuk suatu variasi yang dinamakan varietas. Keanekaragaman gen akan menyebabkan variasi antar individu dalam spesies yang sama. Fenotip (penampakan) suatu individu merupakan interaksi antar faktor genetik (perangkat gen) dan keadaan lingkungan. Suatu spesies memiliki kecenderungan untuk menyebar ke berbagai tempat yang kondisinya berbeda. Adakah pengaruh faktor lingkungan terhadap suatu individu?
Keanekaragaman geografis memungkinkan makhluk hidup dengan spesies yang sama dan hidup pada kondisi lingkungan yang berbeda dalam waktu yang relatif lama memiliki perbedaan. Perbedaan dapat terjadi secara morfologis ataupun fisiologis. Seperti contohnya perbedaan tinggi tanaman Yarrow yang tumbuh di lereng gunung Sierra Nevada di California. Tinggi tanaman tersebut makin berkurang sejalan dengan meningkatnya ketinggian tempat tumbuhnya. Pada ketinggian 0 sampai 1.000 meter di atas permukaan laut, tinggi tanaman Yarrow mencapai ukuran maksimal. Semakin bertambah ketinggian tempat hidupnya maka tinggi tanaman semakin berkurang. Pada ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut (ketinggin maksimal), ukuran tanamannya paling pendek. Saat ketinggian tempat menurun, ketinggian tanaman kembali bertambah.
B. Keanekaragaman Tingkat Spesies (Jenis)
Keanekaragaman spesies merupakan jenis-jenis atau variasi spesies yang menempati suatu habitat atau suatu wilayah. Keanekaragaman jenis atau keanekaragaman spesies menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup dalam satu keluarga. Keanekaragaman tersebut lebih mudah diamati daripada keanekaragaman gen. Perbedaan antarjenis makhluk hidup dalam satu keluarga lebih mencolok sehingga lebih mudah diamati daripada perbedaan antarindividu dalam satu spesies. Sebagai contoh, perbedaan antara kelapa, kurma, dan sagu. Meskipun tumbuhan-tumbuhan itu merupakan satu kelompok tumbuhan palem-paleman, masing-masing memiliki fisik yang berbeda dan hidup di tempat yang berbeda. Misalnya, kelapa tumbuh di pantai, kurma tumbuh di daerah kering, dan sagu tumbuh di pegunungan basah (rawa gambut).
![]() |
Keanekaragaman tingkat spesies pada famili/keluarga Felidae |











